Tim PKM-PM Gammara Hasilkan Inovasi Komik La Galigo Berbasis Augmented Reality

Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang tergabung dalam Tim Gammara mengadakan program pengabdian kepada masyarakat dengan inovasi Komik La Galigo berbasis Augmented Reality (AR) di SDN Pannyikkokang 1 Makassar.

LINISULSEL.COM, MAKASSAR – Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang tergabung dalam Tim Gammara mengadakan program pengabdian kepada masyarakat dengan inovasi Komik La Galigo berbasis Augmented Reality (AR) di SDN Pannyikkokang 1 Makassar.

Pengabdian ini merupakan realisasi dari proposal PKM-PM 2022 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan judul “Diseminasi Nilai-nilai Budaya Bugis (Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge) dalam La Galigo Melalui Komik Berbasis Augmented Reality di SDN Pannyikkokang 1”.

Tim Gammara terdiri atas lima orang mahasiswa Universitas Hasanuddin dari berbagai disiplin ilmu; Firdaus selaku ketua tim (Manajemen 2018), Samintang (Akuntansi 2019), Andi Khaerun Nisa (Manajemen 2018), Olivia L (Sosial Ekonomi Perikanan 2019), dan Andi Muhammad Farid Wajadi R.A (Sastra Daerah Bugis-Makassar 2019).

Tim yang memiliki misi yang kuat dalam mengoptimalkan diseminasi nilai-nilai budaya Bugis sebagai landasan pengembangan karakter siswa ini didampingi oleh Ibu Shinta Dewi Sugiharti Tikson, S.E., M.Mg yang merupakan seorang dosen pada Program Studi Manajemen FEB UNHAS yang telah bertahun-tahun berkecimpung dalam PKM khususnya skim Pengabdian kepada Masyarakat. Dengan kerja keras tim, proposal tim PKM-PM Gammara Universitas Hasanuddin berhasil lolos seleksi dan meraih dana hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam PKM Tahun 2022.

“Program PKM-PM ini memiliki tujuan mulia untuk menanamkan nilai-nilai trisipaka kepada peserta didik dengan metode yang kreatif, edukatif, dan adaptif. Inovasi ini diharapkan mampu membuat siswa lebih mudah dan cepat dalam memahami nilai-nilai Bugis yang sarat akan makna yang didukung dengan media pembelajaran yang menyenangkan, edukatif, dan interaktif. Di sisi lain, upaya konservasi kreatif ini diharapkan mampu mendorong eksistensi Sureq La Galigo sebagai warisan budaya yang tetap terjaga dan dilestarikan sejak dini,” ucap Shinta.

Firdaus sebagai Ketua Tim PKM-PM Gammara menyatakan dewasa ini, siswa khususnya di tingkat sekolah dasar mengalami dekadensi moral atau biasa disebut dengan krisis karakter. Hal ini ditandai dengan perilaku menyimpang, pembulian, sering menggunakan kata-kata yang tidak sopan, cenderung membentuk squad, membeda-bedakan dalam berkawan, dan berbagai macam bentuk penurunan karakter lainnya. Kondisi ini yang pada akhirnya mengetuk hati tim untuk melakukan pengabdian dengan pendekatan local wisdom berbasis Komik La Galigo bertajuk “Pelayaran ke Dusung” dan Aplikasi AR Gammara yang diselaraskan dengan nilai-nilai pendidikan karakter.

Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan Tim PKM-PM Gammara terpanggil untuk berkontribusi dalam menciptakan inovasi bagi siswa sekolah dasar melalui kolaborasi multidisiplin ilmu. Hal ini menjadi sinergi untuk melakukan diseminasi nilai-nilai budaya Bugis (Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge) dengan metode yang kreatif dan menyenangkan. Diharapkan, Komik La Galigo berbasis AR ini dapat digunakan di berbagai sekolah sebagai sarana pembentukan karakter, media pembelajaran yang edukatif, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya khas Tanah Bugis yakni Sureq La Galigo kepada generasi muda.

“Besar harapan kami agar Komik La Galigo berbasis Augmented Reality ini berjalan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai sektor. Proyek ini juga telah mendapatkan respons positif dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Selatan dan diharapkan adanya kolaborasi strategis ke depannya. Semoga karya kami ini dapat memberikan kebermanfaatan yang lebih luas demi menciptakan generasi muda yang berakhlak, berprestasi, dan berkarakter,” tutup Firdaus.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here