Jadi Rombongan Pertama yang Tiba, Kafilah Luwu Timur Disambut Hangat di MTQ Provinsi Sulsel 2026 di Maros

Kafilah Lutim disambut secara resmi di Aula Kantor Bupati Maros, Jumat (10/4/2026).

LINISULSEL.COM, MAROS – Kabupaten Maros resmi menjadi pusat perhatian sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026. Menjelang pembukaan ajang bergengsi tersebut, atmosfer syiar Islam mulai terasa di Butta Salewangang—julukan Kabupaten Maros—seiring dengan berdatangannya kafilah dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulsel.

Kafilah dari Kabupaten Luwu Timur (Lutim) mencatatkan diri sebagai utusan pertama yang menginjakkan kaki di bumi Maros. Rombongan perdana ini disambut dengan prosesi resmi dan penuh kehangatan di Aula Kantor Bupati Maros pada Jumat (10/04/2026).

Kedatangan rombongan Lutim dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Lutim, Aini Endis Anrika, dan diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur. Sebagai simbol keindahan dan kekayaan alam tuan rumah, prosesi penyambutan ditandai dengan penyerahan cinderamata khas Maros berupa kupu-kupu yang diawetkan.

Apresiasi Tuan Rumah untuk Kedatangan Perdana

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, memberikan apresiasi tinggi kepada kafilah Luwu Timur yang menunjukkan antusiasme besar dengan menjadi peserta pertama yang tiba di daerahnya. Pada momen tersebut, ia juga memperkenalkan slogan “Maros Butta Salewangang” yang bermakna Maros sebagai tanah yang sejahtera dan makmur, sembari berharap agar seluruh rangkaian acara MTQ berjalan dengan aman, lancar, dan sukses.

Sementara itu, Aini Endis Anrika yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur sekaligus bertindak sebagai Ketua Kafilah, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas penyambutan dari pemerintah setempat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Maros atas sambutan yang hangat dan pelayanan yang baik kepada seluruh kafilah,” ungkap Aini.

Ia menambahkan bahwa keikutsertaan Luwu Timur dalam ajang ini melampaui sekadar pemburuan gelar juara.

“Kehadiran kami di ajang MTQ ini merupakan ikhtiar bersama dalam membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” tutur Aini, sembari berpesan agar seluruh peserta tampil penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik daerah.

Kekuatan Penuh Luwu Timur

Mengusung motto optimis “Cinta Al-Qur’an, Raih Keberkahan, Luwu Timur Juara”, kafilah Bumi Batara Guru datang dengan kekuatan penuh untuk mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. Beberapa detail kekuatan kafilah Lutim meliputi:

  • Komposisi Peserta: 56 peserta lomba yang didampingi oleh 64 orang pengurus (official).

  • Cabang Lomba yang Diikuti: Tilawah, Hifzil Qur’an, Khat, Fahmil, Syarhil, Qiraat, Tafsir, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

  • Kekuatan Pasukan Defile: Mencapai sekitar 500 orang pendukung yang terdiri dari staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, kabag, camat, kepala desa, pengurus TP PKK, DWP, hingga elemen masyarakat umum.

Turut hadir langsung mendampingi rombongan besar kafilah Lutim ini antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Amran Akmal, para camat, serta Sekretaris LPTQ Lutim, Rusdi Daming.

Tutup