40 Personel Damkar Lutim Ikut Diklat, Pemateri dari Pusat Pelatihan Ciracas

Pemerintah Daerah Luwu Timur (Pemda Lutim) menggelar pendidikan dan latihan (diklat) untuk personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lutim.

LINISULSEL.COM, LUTIM – Pemerintah Daerah Luwu Timur (Pemda Lutim) menggelar pendidikan dan latihan (diklat) untuk personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lutim.

Diklat ini dikemas dalam bentuk In House Training Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemadam 1.

Diklat dibuka Wakil Bupati Lutim, Hj Puspawati Husler di Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni, Senin (11/05/2026).

Hadir perwakilan Kemendagri RI, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Luwu Timur, Guntur Hafid, Perwira Penghubung Mayor Arm. Syafaruddin, Kapolsek Mangkutana, perwakilan Camat Tomoni, para instruktur, serta seluruh peserta Diklat.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bekerja sama dengan Sentral Diklat Nasional.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia serta Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kebakaran Ciracas, Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler yang membuka diklat ini menegaskan, profesi pemadam kebakaran bukan sekadar pekerjaan yang dinilai dari seragam, kendaraan operasional maupun peralatan yang digunakan.

“Profesi ini diukur dari keberanian, kesiapan, dan seberapa besar seseorang rela hadir di tengah kondisi yang paling sulit saat masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pemadam kebakaran bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang mutlak.

“Oleh sebab itu, pelaksanaan In House Training Diklat Pemadam 1 ini memiliki arti yang sangat strategis. Apalagi Kabupaten Luwu Timur menjadi kabupaten pertama di wilayah Sulawesi yang melaksanakan Diklat Pemadam 1 melalui skema In House Training,” kata Puspawati.

Wabup juga memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan penuh tanggung jawab.

“Saudara-saudara adalah orang-orang terpilih. Saudara hadir bukan hanya sebagai peserta pelatihan, tetapi sebagai calon personel yang kelak akan menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat,” tuturnya.

Wabup mengingatkan para peserta untuk menghormati instruktur, menyerap seluruh ilmu yang diberikan, melatih fisik, mental dan kedisiplinan, serta membangun solidaritas dalam menjalankan tugas sebagai pemadam kebakaran.

“Dalam dunia pemadam kebakaran, tidak ada keberhasilan yang dibangun sendirian. Keselamatan satu anggota sering kali ditentukan oleh kepedulian anggota lainnya,” katanya.

Wabup Puspawati berharap, setelah pelatihan selesai, seluruh peserta tidak hanya lulus secara administratif, namun benar-benar menjadi personel yang lebih matang, siap, percaya diri, dan memiliki jiwa pengabdian yang tinggi kepada masyarakat.

Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan tersebut yang berasal dari personel Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Luwu Timur.

Sementara narasumber dihadirkan langsung dari Kementerian Dalam Negeri RI dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kebakaran Ciracas, DKI Jakarta. (*)

 

 

 

Tutup