Banjir Meluas, Pemkab Luwu Utara Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat dan Susun Rencana Mitigasi
LINISULSEL.COM,LUWU UTARA – Merespons situasi kebencanaan yang kian meluas, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bergerak cepat dengan menggelar Sosialisasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang dipadukan dengan Rapat Siaga Darurat Bencana di Command Center pada Senin (18/05).
Dalam pertemuan krusial tersebut, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengumumkan peningkatan status penanggulangan bencana di wilayahnya, dari yang sebelumnya Siaga kini resmi dinaikkan menjadi Tanggap Darurat. Keputusan ini diambil menyusul dampak banjir yang terus meluas di beberapa kecamatan.
“Dengan ditetapkannya status Tanggap Darurat, langkah strategis yang terukur dan penanganan dini bagi masyarakat terdampak harus segera dilaksanakan. Identifikasi permasalahan secara faktual menjadi prioritas agar upaya penanganan lebih efektif,” tegas Bupati Andi Abdullah Rahim.
Faktor Alam Pengaruh Utama
Berdasarkan hasil rapat koordinasi, terungkap bahwa petaka banjir ini dipicu oleh perubahan tekstur tanah akibat guyuran curah hujan berintensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus. Fenomena alam ini mengakibatkan daya serap tanah terhadap air menurun drastis, sehingga memicu luapan air ke pemukiman.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal dan hadir langsung di tengah warga, mulai dari fase evakuasi darurat hingga pemulihan pascabencana nanti. Terlebih lagi, tantangan cuaca diprediksi masih akan berlangsung cukup lama.
“Kami terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor supaya pelayanan kegawatdaruratan dan bantuan kemanusiaan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, terutama selama musim penghujan yang diprediksi berlangsung hingga Juli,” lanjut Andi Abdullah Rahim.
Wilayah Terdampak dan Langkah Taktis Pemkab
Hingga saat ini, banjir dilaporkan telah merendam wilayah di lima kecamatan, yaitu:
-
Kecamatan Mappedeceng
-
Kecamatan Malangke
-
Kecamatan Malangke Barat
-
Kecamatan Bone-Bone
-
Kecamatan Baebunta Selatan
Bupati menginstruksikan seluruh jajaran OPD hingga aparat di tingkat terbawah untuk tetap dalam posisi siaga penuh. Melalui penyusunan Dokumen RPB ini, Pemkab Luwu Utara berharap skema perencanaan, mitigasi, hingga respons cepat kebencanaan dapat terintegrasi secara padu dari tingkat kabupaten hingga ke wilayah desa.
Di akhir arahannya, Pemkab Luwu Utara meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga juga diimbau untuk segera melapor dan berkoordinasi dengan posko pemerintah setempat jika membutuhkan bantuan atau informasi evakuasi.

