Wabup Puspawati Tegaskan Lutim Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi
LINISULSEL.COM, MAKASSAR – Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Sulawesi Tahun 2026.
Rakor berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Jumat (18/09/2026).
Pada momen ini, Wabup Puspawati menegaskan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur siap mengeksekusi arahan Presiden RI terkait pemetaan sektor potensial daerah guna memacu pertumbuhan ekonomi kawasan Sulawesi.
”Pemkab Luwu Timur akan bergerak cepat mengidentifikasi dan mengoptimalkan keunggulan komparatif daerah, khususnya pada sektor-sektor strategis, demi menyokong tercapainya target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029,” jelas Wabup Lutim.
Rakor strategis ini menghadirkan narasumber tingkat nasional dan regional.
Antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, Wakil Kepala BPS RI, Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Dr. Ir. Medrilzam, serta Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman.
Rakor ini menjadi momentum penting sekaligus landasan sinergi antarpemerintah daerah se-Sulawesi dalam menjadikan wilayah Sulawesi sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Selain Wakil Bupati Luwu Timur, forum ini juga diikuti oleh para kepala daerah serta jajaran pemerintah daerah se-Sulawesi.
Sekda Sulsel, Jufri Rahman saat membuka kegiatan mengatakan, Rakor ini diselenggarakan untuk membedah struktur ekonomi kawasan agar seluruh kepala daerah dapat mengidentifikasi tantangan lokal sekaligus menyamakan persepsi pembangunan regional.
”Sulawesi memiliki potensi ekonomi dan sumber daya alam yang sangat mumpuni. Oleh karena itu, potensi ini perlu dikelola secara maksimal berbasis data konkret, serta diperkuat melalui koordinasi lintas wilayah dan dukungan satu sama lain,” ujar Jufri.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto pada momen ini menyampaikan arahan Presiden RI agar setiap kepala daerah mampu mengenali dan memetakan keunggulan komparatif wilayahnya masing-masing.
”Presiden meminta agar kita fokus mengidentifikasi sektor-sektor potensial di setiap daerah. Target utamanya adalah seluruh daerah memahami secara presisi langkah strategis apa yang harus dilakukan,” katanya.
Bima Arya juga menekankan pentingnya dua pendekatan utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi, yakni dari sisi produksi dan sisi pengeluaran.
Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI, Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi juga menekankan pentingnya efisiensi dan ketepatan alokasi anggaran daerah.
“Setiap rupiah belanja publik harus difokuskan untuk memicu produktivitas sektor unggulan serta meningkatkan daya beli masyarakat,” pungkas Kepala BPS RI. (*)

