Bupati Lutim Raih Gelar Magister, Teliti Perubahan Pola Hujan di DAS Tabo-tabo
LINISULSEL.COM, MAKASSAR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, kini berhak menyandang gelar magister.
Irwan Bachri Syam atau Ibas telah menyelesaikan ujian tutup Program Magister Teknik Sipil (S2) di Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan predikat cumlaude.
Hebatnya lagi, Irwan Bachri Syam meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dalam waktu studi satu tahun.
Ujian tutup Irwan Bachri Syam tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Ratna Musa bersama tim penguji yang terdiri dari sejumlah akademisi, salah satu di antaranya Dr. Ir. Mas’ud, Kamis (9/4/2026).
Dalam pelaksanaan ujian, Irwan Bachri Syam antara lain didampingi sang istri, dr. Ani Nurbani Irwan.
Hadir juga sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Pada seminar hasil penelitian atau tesis-nya, Irwan Bachri Syam mengangkat tema “Kajian Pola Hujan Akibat Pengaruh Perubahan Iklim pada DAS Tabo-Tabo” di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara variabel iklim seperti temperatur, kelembaban, dan kecepatan angin terhadap pola hujan serta dampaknya terhadap berbagai sektor.
Salah satu penguji, Dr. Ir. Mas’ud, menyampaikan apresiasi terhadap topik yang diangkat.
Menurutnya, kajian tersebut memiliki relevansi tinggi dan dapat diaplikasikan di Kabupaten Luwu Timur yang memiliki banyak daerah aliran sungai (DAS).
“Penelitian ini sangat penting karena mengkaji bagaimana variabel iklim mempengaruhi pola hujan yang berdampak langsung pada sektor pertanian, irigasi, kesehatan, dan lingkungan hidup. Ini juga sangat potensial diterapkan di Luwu Timur,” ujarnya.
Dr. Mas’ud berharap, hasil penelitian tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut jika diterapkan langsung di wilayah Luwu Timur agar memberikan dampak yang lebih luas.
Irwan Bachri Syam juga berharap agar penelitian yang dilakukan di wilayah Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkep, dapat menjadi model yang nantinya diterapkan di Luwu Timur.
“Insya Allah, hasil penelitian ini akan kami terapkan di Luwu Timur, mengingat daerah kita memiliki banyak DAS yang potensial untuk dikembangkan dengan pendekatan serupa,” ungkapnya.
Pada momen ini, Irwan Bachri Syam mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Luwu Timur, untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyediakan berbagai program beasiswa bagi masyarakat, mulai dari jenjang S1, S2 hingga S3.
“Kurang lebih 10 ribu masyarakat Luwu Timur telah mendapatkan bantuan beasiswa dari pemerintah daerah. Ini adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Bupati Irwan.
Ikut Program RPL
Irwan Bachri Syam kuliah S2 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sebuah jalur pendidikan yang mengakui pengalaman kerja maupun pendidikan nonformal menjadi satuan kredit semester (SKS).
Program RPL ini memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi lebih cepat, termasuk pada jenjang sarjana dan pascasarjana, melalui proses asesmen oleh asesor bersertifikat.
RPL merupakan mekanisme pengakuan capaian pembelajaran yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja yang relevan, untuk diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran di perguruan tinggi.
Program ini, sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Permendikbudristek Nomor 41 Tahun 2021 tentang RPL, serta menjadi komitmen UMI dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan profesional. (*)

