Jaksa Masuk Sekolah di Lutim, Beri Pemahaman Bahaya Narkoba dan Judi Online

Disdikbud Lutim menggagas kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang digelar di Aula Disdikbud Luwu Timur, Kota Malili, Selasa (7/4/2026).

LINISULSEL.COM, LUTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur (Disdikbud Lutim) punya kiat khusus untuk memberi pemahaman soal hukum kepada para pelajar di Bumi Batara Guru.

Disdikbud menggagas kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang digelar di Aula Disdikbud Luwu Timur, Kota Malili, Selasa (7/4/2026).
.
Fokus kegiatan JMS adalah sosialisasi hukum terkait bahaya narkoba, tindak kekerasan pada anak, perlindungan anak, bullying, serta judi online.

Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Luwu Timur.

Peserta tampak antusias pada kegiatan tersebut.

Program JMS ini dibuka Sekda Lutim Dr. Ramadhan Pirade mewakili Bupati Luwu Timur.

Sekda didampingi Kepala Disdikbud Luwu Timur, Raoda dan Sekretaris Disdikbud, Darmawan.

Narasumber berasal dari Kejaksaan Negeri Luwu Timur, yakni Kasi Intelijen, Deri Fuad Rachman.

Pada sosialisasi ini, Deri Fuad Rachman memberikan pemaparan mengenai konsekuensi hukum dari penyalahgunaan narkoba, tindakan kekerasan, hingga praktik judi online yang kini marak terjadi di kalangan remaja.

Menurut sekda, sosialisasi ini sangat penting artinya bagi kalangan pelajar.

Sebab berbagai persoalan yang disosialisasikan seperti narkoba dan bullying merupakan ancaman serius, khususnya di kalangan pelajar.

“Ini adalah ancaman serius, jangan sampai kita menganggapnya sepele. Peran semua pihak, terutama sekolah dan orang tua, sangat penting dalam memberikan edukasi dan pengawasan kepada anak-anak kita,” kata sekda.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Raoda menjelaskan, kegiatan JMS merupakan langkah strategis dalam memberikan pemahaman hukum sejak dini kepada peserta didik.

“Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kesadaran hukum bagi generasi muda,” katanya.

Raoda berharap melalui JMS para siswa dapat lebih memahami dampak negatif dari narkoba, kekerasan, bullying, hingga judi online.

Sekaligus mampu membentengi diri dari pengaruh buruk tersebut.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan aparat penegak hukum sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Pemda Lutim menjadikan program Jaksa Masuk Sekolah sebagai upaya preventif membangun kesadaran hukum sejak dini. (*)

Tutup