Meriahkan HUT ke-23 Luwu Timur, Liga Pelajar Sepakbola Resmi Bergulir Jaring Bibit Muda Terbaik

LINISULSEL.COM, LUWU TIMUR – Mengakomodasi tingginya minat generasi muda di dunia olahraga, turnamen sepakbola Liga Pelajar se-Kabupaten Luwu Timur resmi bergulir pada Jumat (24/04/2026). Kompetisi bergengsi antar-pelajar ini digelar khusus dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur.

Ajang pencarian bakat ini dibagi ke dalam tiga kategori usia pembinaan, yakni tingkat SD (U-13), SMP (U-15), dan SMA sederajat (U-17). Guna kelancaran pertandingan, panitia membagi jalannya laga di dua tempat berbeda, yaitu Stadion H. Andi Hasan Opu To Hatta Malili untuk kategori SMP dan SMA, serta Lapangan Puncak Indah Malili khusus untuk kategori SD.

Rangkaian turnamen dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur. Pembukaan simbolis ditandai dengan tendangan perdana ke arah gawang oleh Sekda Lutim, didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Lutim Hj. Harisah Suharjo, Kepala Dinas Parmudora Muhammad Safaat DP., perwakilan unsur Forkopimda, Ketua KONI Lutim Herawan, serta perwakilan pengurus PSSI Luwu Timur.

Apresiasi untuk Wadah Pencarian Bibit Unggul

Dalam sambutannya, Sekda Ramadhan Pirade menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan gelaran olahraga ini. Ia optimistis, kompetisi berkala seperti ini akan menjadi batu loncatan yang baik untuk memacu motivasi para atlet muda di Bumi Batara Guru.

“Saya yakin dengan dukungan penuh dari seluruh masyarakat, ke depan olahraga sepakbola akan semakin berkembang dan memasuki masa kejayaannya. Semoga bibit-bibit muda ini nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Luwu Timur di berbagai ajang,” tutur Dr. Ramadhan Pirade.

Sistem Seleksi Ketat di Tingkat Kecamatan

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Parmudora Lutim, Mahyuddin, memaparkan bahwa seluruh tim yang bertanding membawa nama kehormatan wilayah masing-masing.

Sistem penyaringan pemain dilakukan secara ketat untuk memastikan hanya talenta terbaik yang turun ke lapangan hijau.

“Setiap kecamatan mengirimkan tiga tim, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Pemilihan pemain dilakukan oleh guru-guru di kecamatan melalui proses seleksi untuk mendapatkan yang terbaik di tiap jenjang,” pungkas Mahyuddin menjelaskan teknis kompetisi.

Tutup