Sambut Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Luwu Timur dan BPS Sulsel Perkuat Sinergi Data Pembangunan

Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, melakukan audiensi ke Pemkab Luwu Timur pada Kamis (23/04/2026).

LINISULSEL.COM, LUTIM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Pemkab Lutim) menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi dan menyukseskan gelaran akbar Sensus Ekonomi 2026 yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan audiensi antara Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, bersama jajaran Pemkab Lutim pada Kamis (23/04/2026).

Kedatangan rombongan BPS Sulsel disambut hangat oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, di area Lounge Ruang Kerja Bupati Luwu Timur. Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan koordinasi menjelang dimulainya pendataan lapangan secara nasional.

Momentum 10 Tahunan untuk Potret Perekonomian Daerah

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda krusial berskala nasional yang hanya digelar setiap 10 tahun sekali. Melalui sensus ini, pemerintah akan memperoleh basis data yang komprehensif mengenai peta kekuatan ekonomi masyarakat dan dinamika sektor usaha di daerah.

“Sensus Ekonomi 2026 sangat krusial karena akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur ekonomi masyarakat, termasuk perkembangan usaha dari berbagai sektor. Oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah, khususnya di Luwu Timur, sangat kami harapkan agar pelaksanaannya berjalan optimal,” terang Aryanto.

Ia menambahkan, kesuksesan, akurasi, dan kelengkapan data di lapangan nantinya sangat bergantung pada intervensi pemerintah daerah, terutama dalam membantu memperluas sosialisasi kepada warga maupun para pelaku usaha lokal.

Wabup Puspawati Ajak Warga Berikan Data Jujur

Merespons pemaparan tersebut, Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, langsung menyerukan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat di Bumi Batara Guru untuk menyambut baik kedatangan petugas sensus. Ia mewanti-wanti agar masyarakat memberikan jawaban yang jujur dan akurat, sebab data inilah yang akan menjadi kompas pemerintah dalam merancang program pembangunan ke depan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Luwu Timur untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang benar kepada petugas. Data yang akurat sangat penting agar program pembangunan yang dirancang benar-benar tepat sasaran,” tegas Puspawati Husler.

Melalui kolaborasi erat antara Pemkab Luwu Timur dan BPS ini, diharapkan proses pencatatan ekonomi daerah dapat melahirkan data berkualitas yang kaya manfaat, baik untuk perencanaan pembangunan di tingkat regional maupun nasional. Berdasarkan jadwal resmi, tahapan krusial pengumpulan data Sensus Ekonomi 2026 ini akan berlangsung selama empat bulan penuh, terhitung mulai tanggal 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.

Tutup