5 Tenaga Kesehatan dari Lutra Lolos Seleksi Nakes Teladan Tingkat Nasional

Bupati Lutra Indah Putri Indriani

LINISULSEL.COM, LUWU UTARA – Lima tenaga kesehatan (nakes) dari Luwu Utara lolos seleksi Nakes Teladan tingkat nasional kategori inovasi.

Mereka yang lolos masing-masing Dokter Gigi dari Puskesmas Sabbang, Promkes dari PKM Cendana Putih, Bidan dari PKM Bone-bone, Tenaga Gizi dari PKM Tanalili, dan Perawat dari Wonokerto, Sukamaju Selatan.

“Kalau tahun lalu ada satu, maka kali ini ada lima orang. Ini menunjukkan komitmen kuat dari teman-teman nakes untuk terus mendorong kreativitas dan inovasi layanan,” kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat menerima kabar baik tersebut beberapa waktu lalu.

Syukurnya lagi, lanjut Indah Putri, Luwu Utara tidak pernah absen di pelbagai kontestasi pelayanan publik, khususnya inovasi yang didominasi Dinas Kesehatan.

“Bahkan, saya sebagai pimpinan bersama inovatornya itu sudah beberapa kali mendapat undangan. Tidak hanya di ibu kota negara, tapi sampai mendapat award dari KemenPAN-RB. Diajak ke Seoul Korea Selatan bersama daerah lain, ke Maroko dan Azerbaijan. Makanya, saya motivasi untuk tidak usah selalu dimotivasi, tapi justru harus termotivasi,” tutur Indah Putri.

“Karena melalui inovasi banyak reformer dan inovator yang sudah menikmati. Bukan sekadar jalan-jalan, tapi forum dan kesempatan bertemu dan diskusi dengan para inovator dan diajak berbagi, baik oleh lembaga maupun KemenPAN-RB. Bahkan, bisa sharing ke provinsi lain,” terang bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Selaku pimpinan, Indah Putri menyampaikan apresiasi, apalagi khusus untuk sektor kesehatan, dari tahun ke tahun, indeks pelayanan kesehatan terus mengalami perbaikan.

“Dulu juga ada nakes teladan dari Seko dan Rampi. Ini menunjukkan kesulitan wilayah tidak jadi penghambat, tapi jadi penyemangat,” ucap Indah Putri.

“Untuk itu, mohon doata semua, semoga mereka selalu diberikan kekuatan kecemerlangan pikiran dan keluasan hati untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat dan melahirkan inovasi layanan publik,” pungkas mantan Dosen Universitas Indonesia ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here