DPK Lutim Rayakan Hari Literasi Internasional 2026, Hadirkan Konsep The Human Library

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Luwu Timur melaksanaan perayaan Hari Literasi Internasional 2026.

LINISULSEL.COM, LUTIM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Luwu Timur melaksanaan perayaan Hari Literasi Internasional 2026 dengan cara unik.

DPK Lutim menghadirkan pengalaman membaca melalui kegiatan The Human Library: “Bagaimana Jika Buku Bisa Berbicara?”

Kegiatan berlangsung di Gedung Perpustakaan, Malili, Selasa malam (8/9/2026).

Hadir Duta Literasi Sekolah, para pelajar, pegiat literasi, komunitas Forum Anak, hingga tenaga pendidik.

Kegiatan dibuka Kepala DPK Lutim, Muhammad Syukri, didampingi Kabid Perpustakaan, Suliati, dan jajaran DPK sebagai bagian dari momentum Hari Literasi Internasional yang diperingati setiap 8 September.

Melalui konsep Human Library, peserta diajak “membaca” kisah dan pengalaman para human books dari beragam latar belakang.

Mulai dari penggerak literasi, pustakawan, penulis, jurnalis, arsiparis, guru hingga pekerja sosial, sekaligus berdialog dan memperoleh perspektif baru dari pengalaman nyata.

Muhammad Syukri menjelaskan, Human Library merupakan salah satu bentuk inovasi dalam mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.

“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan memahami dan mengolah informasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, serta belajar dari berbagai pengalaman kehidupan,” kata Muhammad Syukri.

Ia menilai, konsep Human Library menjadi kegiatan yang menarik dan bermakna karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung dari pengalaman orang lain.

“Jangan hanya menjadi pendengar, tetapi jadilah pembelajar yang aktif,” pesannya kepada para peserta.

Kadis DPK pun mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang bertemu, ruang berbagi, ruang belajar, dan ruang tumbuh bersama

“Semoga kegiatan Human Library ini menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi tumbuhnya masyarakat Luwu Timur yang literat, berpengetahuan, kritis, kreatif dan berkarakter,” harap Syukri. (*)

Tutup