Hari Jadi Luwu Ke 754 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu Ke 76, Ini Harapan Ketum Akar Bersatu DSP

Ketua Umum Aliansi Kerukunan Keluarga Rongkong (AKAR) Bersatu, Ir. Dewi Sartika Pasande. M.Sc (DSP)

LINISULSEL.COM – Momentum Hari Jadi Luwu (HJL) Ke 754 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) Ke 76 pada hari ini 23 Januari 2022 diharapkan menjadi momen kebangkitan perempuan dan pemuda Luwu Raya dari segala bidang kehidupan

Ketua Umum Aliansi Kerukunan Keluarga Rongkong (AKAR) Bersatu, Ir. Dewi Sartika Pasande. M.Sc (DSP) mengatakan sudah saatnya perempuan dan pemuda Luwu Raya bangkit agar dapat mengambil manfaat seiring majunya Luwu Raya kearah yang lebih baik.

“Kaum Perempuan jangan lagi berpangku tangan, bangkitlah lakukan yang terbaik untuk masa depan, mari maju bersama sejahtera untuk semua,” kata DSP saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (23/1/2022) malam.

Menurutnya, jika kaum ibu tidak segera membaca peluang dan mengambil peran maka akan menjadi penonton di negeri atau daerah sendiri.

Lanjut DSP, begitu pula harapan akan kemajuan dan kesejahteraan dipanjatkan seluruh pemuda Luwu Raya

Kondisi Indonesia, termasuk di Luwu Raya yang berada di bagian utara Sulawesi Selatan (sulsel) meliputi empat daerah, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo akan mengalami bonus demografi, dimana jumlah anak muda akan dominan.

DSP yang juga Direktur PT Jas Mulia, membeberkan apabila pemerintah memberikan ruang kepada pemuda untuk membentuk kepribadian dan kedewasaannya. Maka akan lahir pemuda Luwu Raya yang memiliki tekad yang kuat, memperjuangkan cita-cita membangun daerahnya, ikhlas serta siap berkorban.

“Jika itu terjadi, maka Luwu Raya akan menjadi daerah yang maju dalam segala sektor, Luwu Raya mampu bersaing dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Karena pemuda ikut ambil peran,” ungkapnya

Peraih Best Inspiring Women Champions 2021 ini menuturkan pada momentum HJL Ke 754 dan HPRL Ke 76 ini, anak muda harus memulai mengambil peran sejarahnya untuk berkontribusi pada pembangunan daerahnya.

“Pemerintah berikan ruang itu. Jadikan pemuda sebagai mitra membangun, karena setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Dan setiap tahapan ada Pejuang nya,” tegas DSP. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here