Rehabilitasi Intake Air Baku Labongko Dimulai, Solusi Atasi Gangguan Pasokan Air ke IPA Burau
LINISULSEL.COM,LUWU TIMUR – Upaya panjang Perumdam dalammemperjuangkan perbaikan bangunan intake air baku akhirnyamembuahkan hasil. Setelah mengalami kerusakan selamabeberapa tahun dan melalui berbagai koordinasi dengan pemerintah, rehabilitasi intake labongko yang menjadi sumberair baku Perumdam Waemami kini mulai dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.
Bangunan intake tersebut merupakan aset Balai Besar Wilayah Sungai yang sejak awal berfungsi sebagai penyedia air bakubagi Perumdam Waemami.
Seiring bertambahnya usiabangunan, kondisi intake mulai mengalami kerusakan pada pintu pengambilan air. Kerusakan tersebut semakin parah akibatpergerakan struktur dan tingginya debit banjir yang terjadi sejaktahun 2018.
Sebelum kerusakan total terjadi, Perumdam Waemami telahberulang kali berkoordinasi dengan BBWS PompenganJeneberang agar bangunan tersebut segera direhabilitasi.
Namun, karena keterbatasan anggaran dan proses penganggaranpemerintah, perbaikan belum dapat direalisasikan pada saat itu.
Sebagai langkah darurat agar pelayanan air bersih kepadamasyarakat tetap berjalan, Perumdam Waemami sempatmemasang pintu sementara menggunakan material papan dan besi H Beam. Akan tetapi, solusi tersebut hanya mampu bertahan dalam waktusingkat.
Puncak kerusakan terjadi pada tahun 2023 ketika pintu intake hanyut akibat banjir besar yang melanda lokasi. Kondisi tersebutmengancam kontinuitas pasokan air baku menuju InstalasiPengolahan Air (IPA).
Menghadapi situasi tersebut, Perumdam mengambil langkahcepat dengan membangun intake darurat sekitar 200 meter darilokasi intake lama yang rusak. Pembangunan tersebut dapatterlaksana berkat dukungan BBWS Pompengan Jeneberang yang meminjamkan material pipa berdiameter 12 inci untuk membentuk bendung sementara.
Pipa tersebut dipasang bersama dengan bronjong sebagai penahan air sementara (free intake) sehingga mampumempertahankan aliran menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) secara gravitasi. Solusi darurat ini terbukti mampu menjagapelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berlangsung selamakurang lebih 3 tahun meskipun kondisi intake utama mengalamikerusakan.
Di sisi lain, Perumdam terus melakukan koordinasi secaraintensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai serta PemerintahKabupaten Luwu Timur agar rehabilitasi intake permanen dapatsegera direalisasikan.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada tahun ini dengan dimulainya pekerjaan rehabilitasi intake oleh pemerintahmelalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang sejak Mei 2026 dengan nilai anggaran kurang lebih 24 Miliar.
Terealisasinya proyek penting ini tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya berkat komitmen serta dukungan penuh dari Bupati Luwu Timur. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mengawal dan mendorong percepatan penanganan infrastruktur vital ini demi menjamin ketersediaan air baku sebagai kebutuhan primer masyarakat.
Direktur Perumdan Waemami, Andi Maryam, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai SDA serta Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas mulainya proses konstruksi di lapangan.
“Kejadian hilangnya intake Labongko sejak Februari 2023 menjadi tantangan tersendiri bagi operasional kami dalam menjaga kontinuitas pasokan air. Dengan dimulainya rehabilitasi oleh Balai SDA ini, kami sangat optimistis krisis pasokan air baku dapat segera teratasi,” ungkapnya.
Rehabilitasi intake ini menjadi langkah penting dalam menjaminkeberlanjutan penyediaan air bersih bagi masyarakat KabupatenLuwu Timur, khusunya di Kecamatan Burau sekaligusmeningkatkan keandalan sistem penyediaan air minum dalammenghadapi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat.

