Rumah Singgah di Makassar untuk Warga Luwu Timur, Gratis dan Fasilitas Lengkap
LINISULSEL.COM, LUTIM – Pemkab Lutim menghadirkan Rumah Singgah di Kota Makassar.
Fasilitas “Rumah Singgah” itu terletak di Jalan Jalur Lingkar Barat, Tamalanrea Indah, Kota Makassar, dekat dengan Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo.
Kehadiran Rumah Singgah ini menjadi bukti komitmen Pemkab Lutim dibawah kepemimpinan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati, Hj. Puspawati Husler dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
Warga Luwu Timur (Lutim) kini tidak perlu lagi merasa cemas atau kebingungan mencari tempat tinggal ketika harus mendampingi keluarga yang menjalani pengobatan di Kota Makassar.
Warga Lutim dapat memanfaatkan Rumah Singgah itu secara gratis.
Kehadiran Rumah Singgah ini sangat membantu warga, terutama bagi mereka yang harus menjalani proses rujukan medis dalam waktu yang tidak singkat.
Fasilitas di Rumah Singgah terbilang lengkap.
Mulai dari tempat tidur twin, kamar mandi, hingga perlengkapan memasak tersedia dengan baik.
Warga hanya perlu membawa pakaian pribadi tanpa harus memikirkan kebutuhan lainnya.
Plt. Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan menjelaskan, per 1 April 2026, layanan Rumah Singgah sudah jalan, dengan fasilitas yang menyediakan hunian.
“Untuk sementara per hari ini kami menyediakan 3 kamar hunian. Untuk kedepan kita akan menambah sesuai kebutuhan pasien,” katanya, Rabu (15/4/2026).
Adapun syarat dari masuk rumah singgah itu, lanjutnya, ialah pasien rujukan dari Luwu Timur, dan selama ketersediaan kamar masih ada, akan dilayani masuk di Rumah Singgah.
“Untuk batas waktu tinggal, sementara kita tidak membatasi selama pasien masih dirawat itu masih bisa tinggal di rumah singgah yang telah kami sediakan,” jelas dr. Irfan.
Beberapa warga Lutim sudah merasakan manfaat Rumah Singgah itu.
Antara lain Jumati, warga Kecamatan Wasuponda.
Saat ditemui di lokasi Rumah Singgah, Senin (13/4/2026), Jumati mengaku datang ke Makassar untuk mendampingi mertuanya yang dirujuk dari RS Primaya Sorowako ke RS Wahidin.
“Awalnya kami bingung karena tidak punya tempat tinggal. Tapi kami mendapat kabar dari keluarga bahwa Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati menyiapkan Rumah Singgah untuk warga Luwu Timur,” ungkapnya.
“Di sini kami langsung direspons dengan baik dan diperbolehkan tinggal. Kami sudah tinggal sejak hari Sabtu sampai sekarang, dengan fasilitas lengkap seperti kamar mandi, kulkas, pemanas nasi dan air, tempat tidur, TV, hingga lemari pakaian. Semua gratis,” tambah Jumati.
Hal senada disampaikan oleh Matriel Sanco’o (66), warga Desa Tampinna, Kecamatan Angkona.
Matriel mengaku sudah dua minggu tinggal di Rumah Singgah tersebut untuk mendampingi anaknya yang akan menjalani operasi di Makassar.
“Saya sebelumnya dari RS Wotu dan dirujuk ke Makassar. Selama di sini, saya tinggal di rumah singgah dengan fasilitas lengkap, ada tempat tidur, kamar mandi, dan semuanya gratis. Kami sangat bersyukur atas bantuan ini,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan rasa haru saat pernah bertemu langsung dengan Bupati Luwu Timur dan menyampaikan kondisi anaknya yang telah beberapa kali menjalani operasi.
“Saya sempat bertemu dengan Bapak Bupati dan meminta bantuan untuk anak saya. Alhamdulillah, dari berobat di RS Wotu sampai di RS Unhas ini, semua gratis. Kami minta doa semoga Bapak Bupati dan ibu Wakil Bupati selalu sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Josua, anak dari Matriel Sanco’o yang turut mendampingi proses operasi adiknya, mengaku merasa aman dan terbantu dengan adanya fasilitas Rumah Singgah tersebut.
“Selama kurang lebih dua minggu di Makassar, kami difasilitasi rumah singgah secara gratis tanpa biaya sedikit pun. Fasilitasnya lengkap, mulai dari alat memasak, AC, hingga kamar mandi. Harapan kami, program ini terus berlanjut. Terima kasih Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Luwu Timur,” pungkas Josua. (*)

