Utusan Pemkab Lutim Ikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Kearsipan di Jakarta

Utusan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menghadiri Workshop Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Kearsipan Pemerintah Daerah yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

LINISULSEL.COM, JAKARTA – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Kearsipan Pemerintah Daerah.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Serbaguna Noerhadi Magersari ANRI, Jakarta Selatan, 11-12 Agustus 2026.

Workshop yang mengangkat tema “Pengelolaan Arsip Statis di Pemerintah Daerah” ini diikuti para kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan se-Indonesia Timur serta Arsiparis dan pengelola arsip Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Salah satu daerah peserta adalah Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Pemkab Lutim).

Pemkab Lutim mengikuti kegiatan tersebut melalui Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta dua OPD lainnya, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BPMPD.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional, Dr. Andi Abubakar, menyampaikan bahwa arsip statis memegang peranan strategis dalam menjaga identitas, bukti hukum, dan memori kelembagaan pemerintah daerah.

Menurutnya, arsip statis bukan sekadar tumpukan dokumen lama, tetapi merupakan sumber informasi berharga yang mendukung akuntabilitas, transparansi, dan kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan.

“Pengelolaan arsip statis yang baik menjamin bahwa koleksi-koleksi bersejarah dan dokumen penting tersedia untuk keperluan administrasi, penelitian, serta pengambilan keputusan masa depan,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, workshop tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan kearsipan, mengingat masih rendahnya nilai pengawasan kearsipan, khususnya arsip statis di setiap daerah.

“Menjadi sangat penting sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas teknis dan manajerial kita dalam mengelola arsip statis sesuai ketentuan perundangan, standar kearsipan nasional, dan praktik terbaik,” kata Andi Abubakar.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas, Arsiparis Muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Timur, Rakhmidani, berpesan agar setiap OPD melaksanakan pengelolaan arsip secara rutin.

Hal ini penting agar arsip dapat dengan cepat ditemukan kembali serta mendorong penyerahan arsip statis kepada lembaga kearsipan daerah sebagai memori kolektif daerah. (*)

 

 

 

Tutup