Buka Sosialisasi PIK Remaja, Aini Endis Tegaskan Butuh Dukungan Lintas Sektor

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, mewakili Bupati Lutim, membuka Sosialisasi Penguatan Mitra Kerja bagi Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) Tahun 2026.

LINISULSEL.COM, LUTIM – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, mewakili Bupati Lutim, membuka Sosialisasi Penguatan Mitra Kerja bagi Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) Tahun 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Luwu Timur.

Sosialisasi Penguatan Mitra Kerja bagi Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) Tahun 2026 ini berlangsung di Aula Kantor Dinas PPKB, Malili, Selasa (28/4/2026).

Peserta sosialisasi adalah pengelola PIK-Remaja, perwakilan sekolah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, serta unsur organisasi kepemudaan dan pemerintah desa/kelurahan.

Tujuan kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam pembinaan generasi muda.

Kepala Dinas PPKB Luwu Timur, Amrullah menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan sinergi lintas sektor dalam mendukung peran PIK-Remaja.

Menurutnya, keberadaan PIK-Remaja sangat penting sebagai wadah informasi dan edukasi yang positif bagi remaja.

“PIK-Remaja diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang benar dan membangun kepada generasi muda,” ujar Amrullah.

Melalui sosialisasi ini, Dinas PPKB berharap kapasitas pengelola PIK-Remaja semakin meningkat sekaligus memperkuat jejaring kemitraan yang berkelanjutan.

Sehingga program pembinaan remaja di Luwu Timur dapat berjalan lebih efektif, termasuk dalam upaya pencegahan stunting, pernikahan usia dini, penyalahgunaan Napza, dan perundungan di kalangan pelajar.

Sedangkan Aini Endis Anrika menyampaikan, PIK-Remaja memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada remaja.

Khususnya terkait kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, dan pencegahan berbagai perilaku berisiko.

Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada dukungan mitra kerja, termasuk pihak sekolah, tenaga penyuluh, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Dukungan lintas sektor sangat diperlukan agar PIK-Remaja dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi remaja,” tegas Asisten I Pemkab Lutim ini.

Ia menambahkan, peran sekolah sangat penting dalam mendukung keberlangsungan kegiatan PIK-Remaja.

Baik melalui kebijakan, penyediaan sarana, maupun pendampingan oleh guru pembina. (*)

Tutup