38 Utusan Puskesmas Se-Lutim Ikut Pelatihan Manajerial, Dibimbing Akademisi Unhas

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Puskesmas.

LINISULSEL.COM, LUTIM – ‎Pemkab Luwu Timur menjadikan sektor kesehatan sebagai program prioritas.

Dalam beberapa kesempatan, Bupati Luwu Timur (Lutim), Irwan Bachri Syam, menyampaikan komitmennya memberi pelayanan kesehatan terbaik bagi warga Lutim.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan kesehatan itu, Pemkab Lutim melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Puskesmas.

Tujuan bimtek ini untuk memperkuat tata kelola layanan kesehatan tingkat dasar.

Agar hasilnya lebih maksimal, BKPSDM menggandeng LPPM Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Royal Bay Makassar, 27 April hingga 1 Mei 2026.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, pada Selasa (28/4/2026).

Hadir Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Aparatur BKPSDM Luwu Timur, Silpa P., serta Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan, Dr. Sultan Suhab.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Aparatur BKPSDM Luwu Timur, Silpa P., menegaskan bahwa Puskesmas merupakan garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Karena itu, kapasitas manajerial para pengelolanya harus terus ditingkatkan.

‎”Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan. Manajemen yang kuat akan memastikan pelayanan kesehatan berjalan lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” kata Silpa.

‎Ia juga menekankan bahwa setiap peserta diharapkan mampu menguasai tata kelola sesuai regulasi terbaru, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi kinerja.

‎Selain masalah administrasi, Silpa mendorong para pengelola Puskesmas di Luwu Timur untuk mulai mengadopsi inovasi berbasis digital namun tetap menjunjung kearifan lokal.

Hal ini dinilai strategis untuk mempercepat birokrasi dan memperluas jangkauan layanan ke pelosok desa.

‎”Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi keharusan untuk mempercepat administrasi. Namun, jangan lupakan kearifan lokal agar pelayanan tetap terasa dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sinergi antara Pemkab Luwu Timur dan akademisi Unhas ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Bumi Batara Guru.

Sebanyak 36 peserta yang merupakan perwakilan dari 18 Puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur hadir dalam bimtek tersebut. (*)

 

Tutup