Membanggakan, Ferawati Asal Lutim Juara Duta Peduli Sosial Sulselbar 2026
LINISULSEL.COM, LUTIM – Prestasi membanggakan datang wakil Luwu Timur (Lutim), Ferawati, pada ajang Pemilihan Duta Peduli Sosial Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) 2026.
Mahasiswi asal Desa Lakawali Pantai, Kecamatan Malili, ini sukses mengharumkan nama daerah setelah dinobatkan sebagai Pemenang Pertama (Winner) Kategori Dewasa pada ajang bergengsi itu.
Ajang lomba ini diinisiasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sulsel.
Kemenangan Ferawati bukan sekadar pencapaian personal, melainkan bukti nyata bahwa pemuda dari pelosok desa di Luwu Timur mampu bersaing dan bersinar di tingkat regional.
Dedikasinya di bidang sosial diharapkan mampu memantik semangat kerelawanan dan kepedulian yang lebih masif di kalangan generasi muda Luwu Timur.
Langkah awal Ferawati ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi lahirnya inovasi-inovasi sosial baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di Luwu Timur ke depan.
Perjuangan Berat
Perjuangan Ferawati untuk meraih gelar juara Duta Peduli Sosial Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) 2026 tidak mudah.
Ia harus berjuang mengikuti rangkaian seleksi ketat yang dimulai sejak Mei lalu.
Setelah itu, masuk masa karantina yang menguras energi pada 25 Juni.
Puncaknya pada malam Grand Final, 28 Juni 2026, di Aula Syekh Yusuf, Kota Makassar.
Untuk bisa berdiri di podium tertinggi, mahasiswi UIN Alauddin Makassar ini harus melewati berbagai tahapan penilaian yang menguji kapasitas diri.
Mulai dari seleksi administrasi, pembekalan intensif, wawancara mendalam, hingga penilaian aspek krusial seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan (leadership), dan ketajaman empati sosial.
Ferawati mengakui bahwa mahkota kemenangan ini tidak diraih dengan instan.
Diperlukan tekad kuat dan konsistensi tinggi untuk bersaing sehat dengan para finalis hebat lainnya dari berbagai daerah.
“Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga, sahabat, dan teman-teman yang sudah mendukung. Amanah ini adalah langkah awal saya untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya Kabupaten Luwu Timur,” ujar Fera penuh rasa syukur dan bangga.
Bagi Fera, seluruh proses yang ia lalui adalah sekolah kehidupan yang memberinya banyak pelajaran berharga.
Ferawati menitipkan pesan menyentuh agar pemuda-pemudi Luwu Timur tidak pernah ragu untuk bergerak dan berkontribusi bagi daerah maupun bangsa.
”Pesan saya untuk seluruh generasi muda, jangan pernah merasa takut untuk mencoba dan gagal. Jangan pernah menganggap kontribusi kecil kita tidak berarti. Semoga Bumi Batara Guru bisa terus berkembang menjadi daerah yang maju, dan semoga kita sama-sama bisa merealisasikan Luwu Timur menjadi juara,” imbuhnya. (*)
Kemenangan Ferawati bukan sekadar pencapaian personal, melainkan bukti nyata bahwa pemuda dari pelosok desa di Luwu Timur mampu bersaing dan bersinar di tingkat regional.
Dedikasinya di bidang sosial diharapkan mampu memantik semangat kerelawanan dan kepedulian yang lebih masif di kalangan generasi muda Luwu Timur.
Langkah awal Ferawati ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi lahirnya inovasi-inovasi sosial baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di Luwu Timur ke depan. (*)

