Status Tanggap Darurat Banjir di Luwu Utara Diperpanjang 14 Hari
LINISULSEL.COM, LUWUUTARA – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari ke depan. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Evaluasi dan Perpanjangan Status Tanggap Darurat yang dipimpin langsung Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, di Command Center Kantor Bupati Luwu Utara, Senin (15/6/2026).
Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan setelah pemerintah daerah mengevaluasi kondisi terkini di lapangan dan menemukan masih terdapat sejumlah wilayah yang tergenang serta masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan. Status tanggap darurat sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 16 Juni 2026.
Dalam arahannya, Andi Rahim menyampaikan banjir yang melanda Luwu Utara terjadi di luar perkiraan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kerusakan tanggul di sejumlah titik, terutama di Desa Polewali dan Desa Beringin Jaya, yang berdampak pada puluhan desa di beberapa kecamatan.
“Hingga hari ini masih ada rumah warga yang terendam. Kami terus menerima laporan dari lapangan yang menunjukkan masyarakat masih membutuhkan perhatian dan penanganan serius. Karena itu, status tanggap darurat perlu diperpanjang agar seluruh upaya penanganan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan bencana, mulai dari pemerintah pusat melalui BNPB, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat yang turut membantu warga terdampak.
Menurutnya, sinergi yang terbangun selama masa tanggap darurat telah mempercepat berbagai langkah penanganan, termasuk distribusi bantuan logistik, penyediaan air bersih, pelayanan kesehatan, hingga penanganan tanggul yang mengalami kerusakan.
Melalui perpanjangan status tanggap darurat ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara memastikan seluruh sumber daya yang dibutuhkan tetap dapat dimobilisasi secara optimal, sehingga proses penanganan dan pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan demi keselamatan masyarakat terdampak.

