Buka Seminar Budaya Tana Luwu, Bupati Lutim: Harus Dijaga dan Diwariskan

Bupati Luwu Timur, H. Budiman secara resmi membuka kegiatan Seminar Budaya Tana Luwu yang di laksanakan di Gedung wanita Simpurusiang, Kecamatan Malili, Senin (22/1/2024).

LINISULSEL.COM, LUWU TIMUR – Bupati Luwu Timur, H. Budiman secara resmi membuka kegiatan Seminar Budaya Tana Luwu yang di laksanakan di Gedung wanita Simpurusiang, Kecamatan Malili, Senin (22/1/2024).

Kegiatan Seminar yang bertema “Sebuah Analog Keberadaan Budaya Luwu di Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Akan Datang” tersebut merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke 756 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke 78 di Kab. Luwu Timur selaku tuan rumah.

Adapun selaku moderator pada Seminar Budaya Tana Luwu yakni H. Hamris Darwis (Kadis Kominfo) dan para Narasumber yaitu Prof. Dr. Akin Duli, M.Hum (Dekan Fak. Ilmu Budaya Univ. Hasanuddin Makassar), Prof. Dr. Nurhayati Rahman (Guru Besar & Fisiolog Univ. Hasanuddin Makassar) dan Pua Nawawi Sangkilat, SH (Budayawan).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa, sebagai bagian dari NKRI kita memiliki berbagai macam dan ragam kebudayaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Budaya tersebut, kata Budiman, merupakan peninggalan dari tradisi nenek moyang secara turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi untuk kita jaga dan dilestarikan agar tidak punah.

“Olehnya itu, melalui kegiatan seminar ini, perlu kita tuntun kembali kisah sejarah asal mula Tana Luwu kepada setiap generasi muda kita dengan menggali, menemukan dan memahami nilai-nilai Budaya Luwu yang sarat dengan kearifan dan tata nilai dalam rangka menjadikannya tetap berakar pada jati diri dan karakteristik lokal sebagai Wija To Luwu,” imbuhnya.

Bupati berharap, melalui Seminar Budaya Tana Luwu ini, juga di harapkan dapat di tumbuh kembangkan pada semua jenjang pendidikan guna memperkenalkan dan mempelajari karakter generasi Wija To Luwu yang tertuang dalam kitab La Galigo sebagai generasi Getteng, Warani, Malempu na Matanre Siri. Yang secara garis besar dimaknai sebagai penjagaan diri dengan nilai integritas diri yang tinggi.

“Mari terus membentuk karakter generasi penerus kita yang berbudi pekerti luhur, berwatak dan bermoral sehingga dapat memberikan dan mengambil keputusan yang baik atau buruk,” ajaknya.

“Pelihara apa yang baik menurut pandangan hidup, menurut Agama, menurut budaya khususnya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, ekonomi dan teknologi dalam mengelola sumber daya alam dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan yang akan diwariskan kepada anak cucu kita kelak,” tandas Budiman.

Turut hadir pada Seminar Budaya Tana Luwu tersebut, Anggota DPRD, Sarkawi A. Hamid, Ketua Pengadilan Negeri Malili, Hika Deriyansi Asril Putra, Ketua Pengadilan Agama Malili, Rajiman, Perwira Penghubung TNI, Mayor CBA Bachtiar, Kakankemenag Luwu Timur, M. Yunus, Tokoh Budaya Tana Luwu, Kepala OPD, para Kepala Sekolah se-Kab. Luwu Timur serta perwakilan para pemerhati seni dan budaya se-Tana Luwu. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup