Di Hadapan Kepala BKKBN RI, Indah Putri Paparkan Program Bapak Bunda Asuh

Program Bapak dan Bunda Asuh Pemkab Lutra.

LINISULSEL.COM, LUWU UTARA – Program Bapak Bunda Asuh anak stunting di Luwu Utara kembali menjadi perhatian banyak pihak setelah disebut oleh Bupati Luwu Utara sebagai Program Alternatif yang efektif mengcover pemberian makanan tambahan (PMT) bagi sasaran stunting Bumil Kurang Energi Kronis (KEK) dan Baduta Stunting.

Hal itu disampaikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pada Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aula Lagaligo, Kamis (13/6/2024).

Menurut Indah Putri, program ini mampu mengisi celah atau ruang intervensi PMT yang tidak dapat terjangkau program PMT pemerintah baik melalui Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas maupun PMT dari Pemerintah Desa.

“PMT dari BOK Puskesmas ini biasanya disalurkan di Bulan Juli, kemudian sasarannya juga difokuskan pada Balita Wasting, sehingga tentu tidak dapat mengcover seluruh PMT bagi sasaran stunting terutama pada bulan Januari sampai Juni dan anak stunting yang tidak wasting,” kata Indah Putri.

“Kemudian anggaran desa juga, masih ada beberapa pemerintah desa yang hanya mengalokasikan PMT sebanyak 3 bulan sehingga ada kekosongan PMT selama 9 bulan. Nah celah-celah ini yang diisi oleh PMT dari program bapak bunda asuh,” jelasnya.

Lebih lanjut Indah Putri mengungkapkan jika program Bapak Bunda Asuh ini lebih fleksibel tidak terikat aturan main pertanggung jawaban seperti mekanisme penyaluran bantuan di pemerintah karena sifatnya bantuan relawan dari dana masyarakat yang dapat disalurkan kapan saja ketika ada sasaran stunting atau dihentikan jika sudah tidak stunting lagi dan dapat dialihkan ke sasaran yang lain.

“Program ini kita mulai sejak 2023, dan terus mengalami perkembangan baik dari jumlah Bapak Asuh maupun dari sistem penyalurannya. Saat ini program tersebut dikoordinir oleh TPPS Kabupaten dan melibatkan Badan Amil Zakat, TP-PKK, dan Tim Pendamping Keluarga dalam penyalurannya,” tutur Indah Putri.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, dr. Hasto Wardoyo yang juga hadir mengisi materi pada acara Rakor TPPS Kabupaten Luwu Utara ini pun terkesan mendengar penjelasan dari Bupati. Hasto menyebut jika seluruh kepala daerah di negeri ini seperti Indah Putri Indriani maka persoalan stunting akan sangat mudah ditangani.

“Satu hal yang membuat saya terkesan, ketika di desa itu sudah diserahkan kepada kepala desa dan ternyata tidak mampu, maka akan diambil alih oleh yang lain. Sehingga anak stunting di Luwu Utara tercover oleh Bapak dan Bunda Asuh,” tutur dr. Hasto.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bapperida Kabupaten Luwu Utara, Basrun, selaku bagian TPPS menyebut bahwa sistem penyaluran PMT program Bapak Bunda Asuh ini walau cukup mudah dan fleksibel namun dalam pengawasannya cukup ketat, terkendali dan transparan.

“Kami mencoba menghadirkan layanan layaknya layanan prima di sector privat, jadi walau penyaluran PMT di program ini sangat fleksibel namun tetap memastikan ketepatan sasaran dan mencegah sampai Rp 0,- penyalahgunaan anggaran donatur. Kami memfasilitasi program ini dengan sistem Aplikasi berbasis Android dan Website yaitu Aplikasi In Golden Age,” jelas Basrun.

Alur penyaluran bantuan dalam program ini yaitu Bapak Bunda Asuh melakukan transfer ke Rekening Baznas, kemudian baznas mendistribusi dana tersebut ke Rekening TP-PKK Desa sesuai Desa/Kelurahan tempat anak asuh (sasaran Stunting) berada.

Selajutnya TP-PKK melakukan penarikan dana dan belanja bahan PMT yang kemudian diserahkan ke Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk diantar ke rumah sasaran. Berikutnya TPK melakukan pendampingan konsumsi PMT setiap hari. seluruh proses tersebut direkam oleh sistem aplikasi In Golden Age mulai dari input bukti transfer Bapak Bunda Asuh, input bukti transfer baznas ke Rekening TP-PKK, input foto penyaluran TP-PKK ke TPK, dan penyerahan TPK ke sasaran sampai pada input foto saat konsumsi PMT (foto makan sasaran) setiap hari ke dalam aplikasi In Golden Age.

“Semua proses yang terjadi terbaca di dalam aplikasi, dan semua pihak yang terlibat dapat melakukan tracking bantuan layaknya tracking paket setelah Checkout dalam aplikasi market place saat ini,” tutup Basrun.

Sebagai informasi bahwa Aplikasi In Golden Age saat ini bukan merupakan aplikasi publik yang dapat diakses semua orang, namun sifatnya hanya sebagai tools untuk membantu pengendalian Program Bapak Bunda Asuh yang hanya dapat diakses oleh Bapak Bunda Asuh dan seluruh pihak yang terlibat pada program tersebut. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here