Fit and Proper Test di Demokrat, FKJ Ungkap Kriteria Calon Pendamping yang di Survei

Bakal Calon Walikota Palopo, Farid Kasim Judas (FKJ) saat press conference usai menjalani fit and proper test calon kepala daerah yang diadakan Partai Demokrat Sulsel, Sabtu (25/5/2024).

LINISULSEL.COM, MAKASSAR – Bakal Calon Walikota Palopo, Dr H Farid Kasim Judas menjalani fit and proper test calon kepala daerah yang diadakan DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Hotel Claro Makassar, Sabtu (25/5/2024).

“Fit and proper test dari partai Demokrat sangat baik dan komprehensif,” kata FKJ sapaan Doktor Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) saat press conference.

FKJ menjelaskan ada berapa pertanyaan yang cukup objektif berkaitan Kota Palopo dan program yang telah di usung serta terakumulasi terkait visi misi dan tentunya komitmen-komitmen pemerintah terhadap partai politik.

Ditanya soal calon 02 atau calon pendamping, FKJ mengaku dalam proses fit and proper test tadi juga membahas calon wakil.

“Kita konsisten pada mekanisme survei,” jelas FKJ menjawab pertanyaan wartawan.

Mantan Kepala BKPSDM Kota Palopo ini mengungkapkan ada beberapa kriteria termasuk kader Demokrat yang juga merupakan anggota DPRD Palopo, Cendrana Saputra Martani (CSM) yang kita survai sebagai calon pendamping.

“Selain CSM ada beberapa kriteria yang juga kita survei, antara lain dari, akademisi, birokrat, politisi, pengusaha dan entrepreneur. Ini kita lakukan untuk saling melengkapi,” ungkap pria kelahiran Ujung Pandang 9 Maret 1983 ini.

Fit and proper test calon kepala daerah ini merupakan tahapan yang dilakukan Partai Demokrat untuk semua calon kepala daerah (Cakada) yang telah mengembalikan formulir pendaftaran di DPC Partai Demokrat Palopo.

FKJ juga ditanya soal partai apa saja yang di tempati mendaftar. Termasuk dirinya yang dikaitkan dengan NasDem karena menjadi usulan tunggal dari NasDem Palopo.

“Ada Demokrat, PDIP, Hanura, PAN, NasDem dan PKS. Semua partai yang buka pendaftaran kita daftar. Kita hargai semua proses dan mekanisme yang sementara berjalan di partai. Kita ingin bangun beberapa partai untuk koalisi,” jelasnya.

“Ketika beberapa partai menjadi pengusung maka ini menjadi daya dorong. Daya dukung dan support yang hebat dari mesin partai yang ada, jadi kalau ada dua tiga partai yang mengusung tentu saya akan jadikan mesin partai itu untuk supporting jaringan dari partai yang ada sampai ke tingkat kelurahan,” tandasnya. (*)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here