Hadapi Penilaian ADWI 2024, Dinas Parmudora Lutim Lakukan Sosialisasi Jadesta

Dalam rangka persiapan mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2024, maka Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parmudora) menggelar Sosialisasi Jadesta.

LINISULSEL.COM, LUWU TIMUR – Dalam rangka persiapan mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2024, maka Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parmudora) menggelar Sosialisasi Jadesta.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Dinas Parmudora Lutim, Jumat (8/3/2024) ini, dibuka Sekretaris Dinas Parmudora, Agus Thobarani didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Pengembangan Ekonomi Kreatif (P3 Ekraf), Hasratang.

Jejaring Desa Wisata (Jadesta) memberikan landasan bagi pertumbuhan berkelanjutan dalam sektor pariwisata pedesaan, memberikan manfaat ekonomi dan budaya yang berkelanjutan.

Tujuan digelarnya sosialisasi Jadesta ini untuk meningkatkan kapasitas bagi pengelola desa wisata se-Kabupaten Luwu Timur, terutama dalam hal pengisian aplikasi Jadesta yang merupakan kunci utama penilaian ADWI 2024.

Dalam arahannya, Sekdis Parmudora, Agus Thobarani mengatakan, ADWI dibuat bertujuan mendorong desa-desa untuk berperan serta dalam membangun pengembangan wisata di desa masing-masing.

“Karena tujuan pembangunan nasional pariwisata adalah bagaimana menciptakan daya saing baik di tingkat nasional maupun di tingkat dunia,” kata Agus menambahkan.

Ia mengungkapkan bahwa tujuan sosialisasi ini nantinya akan disampaikan Kabid P3 Ekraf tentang apa-apa saja yang akan dinilai dan diinput oleh para Admin Jadesta untuk melengkapi berbagai indikator-indikator yang diperlukan dalam penilaian ADWI 2024.

“Jadi saya harapkan bapak ibu bisa mengikuti sosialisasi ini dengan baik dan melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan di Jadesta,” jelas Sekdis Parmudora.

Sementara Kepala Bidang P3 Ekraf, Hasratang menjelaskan, ADWI merupakan tahun ketiga yang diikuti oleh Kabupaten Luwu Timur.

“Alhamdulillah di Tahun 2022 yang merupakan awal kita mengikuti, desa wisata yang mendaftar terbanyak di Indonesia adalah Sulawesi pada 2022 dan 2023. Dan di Sulawesi yang terbanyak adalah Sulawesi Selatan, sementara untuk tingkat Sulsel yang terbanyak dari 24 kabupaten kota adalah Luwu Timur,” ungkapnya.

Dirinya melanjutkan, Tahun 2022, untuk Kabupaten Luwu Timur, desa wisata yang mendaftar di Jadesta menuju Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) sebanyak 63. Sementara di tahun 2023 naik menjadi 73 desa wisata.

“Kita ketahui bahwa, hampir setiap tahun Kementerian sangat ketat mengeluarkan aplikasi, sehingga diperlukan para admin mengupdate aplikasi yang ada di masing-masing akun Jadesta,” tandas Hasratang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup