Resensi Buku: Junaidi dan Keajaiban Al-Insyirah Effect

Buku Al-Insyirah Effect yang ditulis Drs. Junaidi, M.Pd.

Oleh: Herman, S.Sos., M.I.Kom

LINISULSEL.COM, MAKASSAR – Membaca judul buku ini, pikiran akan dibawa kepada peristiwa inspiring yang maha dahsyat pada surah ke 94 Al qur’an.

Diksi-diksi motivasi terpilih telah dipilihkan oleh Allah SWT kepada “kekasihnya” ketika dalam keadaan galau dan akhirnya memutuskan hijrah ke Medinah.

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan Hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap”.

Dalam menjalani kesulitan, kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT. Setiap kesulitan dan tantangan yang ditempuh dengan tawakal dan doa, Allah SWT akan mengangkat kesulitan tersebut dan menggantinya dengan kemudahan dan nikmat yang berlipat ganda. Inilah roh utama yang menjadi nyawa buku ini sehingga penting untuk dibaca.

Berkisah dari perjalanan panjang penulis Drs. Junaidi, M.Pd. yang lahir di Parang Bontoa, Paccerakkang.

Sebuah bentangan persawahan yang hijau di pinggiran Kota Makassar, yang kemudian kian menepi karena telah dihimpit oleh banyak bangunan beton.

Lahir di tengah keluarga petani yang sederhana, pasangan Kasim Bin Bandu dengan Saiba Binti  Subu.

Kehidupan yang keras dijalani, berjalan kaki ke sekolah sejak SD sampai SMP dengan jarak yang relatif jauh tak membuatnya mengeluh.

Di hadapannya ada bayang-bayang cita-cita yang setinggi langit menggantung untuk diraihnya.

Tantangan utama yang dihadapinya tentu saja masalah biaya pendidikan. Untuk makan keluarga saja pas-pasan apalagi dengan beban biaya kuliah setelah lulus STM.

Masalah yang cukup rumit bersamaan datangnya lecutan semangat yang saling mematahkan. Teringat impian yang sering terlintas sewaktu mengembala kerbau untuk menaklukkan langit. “Ingin naik pesawat”.

Disinilah awal kisah “the power of hijrah” dimulai. IKIP Padang, Sumatera Barat menjadi pilihan. Meski harus terpisah jarak yang amat jauh dengan orang tua antara Padang dan Makassar, tetapi mental sudah disiapkan.

Mundur bukan pilihan seorang ksatria. Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke tepian.

Masa kuliah dilalui dengan lancar serta berbagai aktivitas mahasiswa, bertaut dengan organisasi kemahasiswaan baik intra maupun ekstra kampus.

Sampai pembuktian karakter leadership ketika sukses memimpin PMII Kota Padang. Penghujungnya menemukan jodoh terkasih pelengkap tulang rusuk bernama Siti Khadijah binti Zakaria.

Cita-cita tertinggi penulis adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kedengarannya amat normatif. Tetapi begitulah, niat tulus yang luhur terpatri dalam dirinya. Penulis menguraikan tiga alasan dalam buku ini.

Pertama, penulis menganggap, pendidikan adalah salah satu jalan dakwah yang paling efektif. Kedua adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketiga, melalui pendidikan penulis hendak mencapai amal jariyah.

Demi segera mewujudkan niat luhurnya itu, maka didirikanlah Al Insyirah sebagai episentrum pendidikan dasar berbasis Islam di Sulawesi Selatan.

Sebagai sekolah swasta tentu harus mandiri dalam hal pembiayaan, termasuk biaya tenaga pengajar dan operasional.

Minimnya dana segar serta tidak ada donatur membuat sekolah Al Insyirah harus ketat mengatur strategi untuk tetap bertahan. Apalagi sang pendiri tidak pernah tergoda untuk mendapatkan pinjaman dari bank.

“Namun orientasi saya bukan untuk bisnis. Ada misi sosial, juga visi perjuangan Islam. Inilah ruh yang bisa membuat saya bertahan sampai hari ini. Kalau sekadar keuntungan materi yang dicari, dari dulu saya sudah mundur,” ungkap penulis dengan jujur dalam bukunya.

Meskipun jalannya tertatih, Al-Insyirah terus bergerak maju sampai detik ini dan menghasilkan banyak alumni yang telah memasuki perguruan tinggi bergengsi.

Tidak terhitung pula tenaga pengajar Al-Insyirah yang sukses terangkat menjadi guru ASN dan sukses sebagai pengajar.

Motivasi ruhiyah, itulah yang menjadi rahasia Al Insyirah sampai hari ini aksistensinya masih ada. Kalau hanya motivasi materi, sudah lama Al Insyirah menjadi kenangan.

Ada tiga amal yang pahalanya tidak akan terputus; amal sholeh, ilmu yang bermanfaat, dan sedekah yang manfaatnya bisa berkepanjangan.

Selanjutnya, buku ini menguraikan tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan sangat runtut dan akademik tetapi dengan bahasa yang renyah untuk dicerna.

Penulis bertutur dengan bahasa yang umum serta menghadirkan ilustrasi-ilustrasi yang tak terduga tetapi dahsyat.

Sepertinya wajib dibaca oleh mereka yang terjun menyelami dunia pendidikan untuk menimba banyak pengalaman dan ilmu dari penulis.

Proses tidak pernah mengkhianati hasil. Jadi, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Maka apabila sebuah etape perjalanan telah sampai, tetaplah bekerja keras untuk berjalan menuju etape lainnya. Dan Hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap. Itulah Al-Insyirah. (*)

Judul Buku ​​​: Al-Insyirah Effect

Penulis ​​​: Drs. Junaidi, M.Pd.

Editor   : Bachtiar Adnan Kusuma

Ukuran ​​​: 14 X 21 CM

Jumlah Halaman ​​: VIII ….173

Penerbit​​​: Yapensi

Tahun terbit​​​: 2022

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here