Minta Hari Libur Dikembalikan, Guru Kemenag Galang Petisi

Guru Madrasah pada Kementerian Agama RI di sejumlah wilayah di Indonesia, mengajukan petisi kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

LINISULSEL.COM, MAKASSAR – Guru Madrasah pada Kementerian Agama RI di sejumlah wilayah di Indonesia, mengajukan petisi kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Mereka ingin mendapatkan hak libur semester yang tengah berlangsung, usai penerimaan raport semester genap dan kenaikan kelas.

Diketahui, kalender akademik telah memasuki libur semester, hanya saja libur tersebut hanya diperuntukkan bagi siswa, menyusul Surat Edaran (SE) Dirjen Pendis Nomor : B-1139.1/DJ.I/Dt.I.I/06/2022 Tentang Libur Akhir Semester Pada Madrasah, SE tersebut tertanggal 27 Juni 2022.

Dalam Poin ke-3 SE dijelaskan, guru Madrasah yang berstatus ASN wajib untuk masuk kerja seperti biasa.

Hal ini direspon oleh sejumlah Guru Kemenag, dengan melakukan penggalangan petisi, mereka merujuk pada PP 17 Tahun 2020 pasal 315, yang berbunyi, PNS yang menduduki jabatan guru pada sekolah mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, berhak mendapatkan cuti tahunan. Catatan diatas tertulis dalam kalimat pengantar petisi tersebut.

Petisi itu juga mengungkap Peraturan Perundang-Undangan, Perdirjen Pendis No 1 Tahun 2013, yang juga merupakan peraturan perundang-undangan yang sah dan terdapat kalimat ‘berhak mendapatkan cuti tahunan adalah tambahan hak untuk medapatkan cuti tahunan bukan menggugurkan libur semester/akademik’.

“Jadi kami mohon untuk meninjau kembali SE yang telah dikuluarkan tsb,” tulis di laman petisi yang diajukan melalui platform change.org itu.

Penggalangan petisi itu, dengan harapan libur semester dapat diwujudkan, terlebih, Guru selama ini bekerja selama enam hari perpekan, berbeda dengan instansi lain yang bekerja lima hari dalam sepekan.

“Kami bekerja 6 hari dalam sepekan, tidak bisa disamakan dengan mereka yang bekerja 5 hari, mohon ditinjau lagi,” tulis salah satu komentar di petisi.

Petisi yang diajukan itupun, kini sudah ditandatangani lebih dari 1700 orang, hanya dalam waktu beberapa jam.

“Kami yang ditugaskan di luar daerah atau diluar pulau, libur semester adalah hal yang sangat dinanti-nantikan, libur semester dan cuti tahunan adalah hak kami sebagai guru sesuai peraturan yang dipedomani,” tulis salah satu komentar dipetisi tersebut.

Hingga Selasa 28 Juni 2022 pukul 00.19 petisi tersebut telah ditandatangani sebanyak 2.522 Guru Madrasah.

34 KOMENTAR

  1. Kami tidak setuju kalau tidak ada libur semester, kami bukan robot kami perlu waktu bersama untuk keluarga

  2. Kambalikan hari libur smt madrasah, kami bukam robot kami manusia yg punya hati butuh berkumpul dengan keluarga. Kami sdh bekerja 6 hari kerja jangan samakan dg SMA yg hanya 5 hari kerja

  3. Kami tidak setuju dengan adanya tidak ada libur, kami bekerja 6 hari kerja, kami butuh istirahat dan kami butuh kumpul dengan keluarga, kami bukan robot.
    Tolong perhatikan kami sebagai guru yang bisa mewujudkan anak bangsa yang berkarakter. Kembalikan hari libur kami.

    • Tidak semua guru mengajar di daerah asal, kami perlu waktu untuk pulang kampung, berkumpul dengan keluarga dan bersosialisasi dengan warga daerah asal, saat libur lah momentnya

  4. Mhn maaf … kami guru sehari hari berhadapan dg siswa dg segala permasalahannya yg kadang2 membuat kami tdk punya wkt istirahat ketika di sekolah dan kami pun sering membawa pekerjaan kami yg belum selesai ke rmh. Selagi kami merasakan libur sehari tiba2 beredar SE. Bijakkah Bpk/Ibu menghapus hari libur kami ???

  5. Kembalikan libur semester kami sesuai perundang undangan, kami masuk 6 hari kerja. Mohon bpk /ibu untuk lebih bijak dalam hal ini

  6. Jangan hilangkan libur akademik karrena ini merupakan kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga dan juga libur adalah hak2 guru

  7. Saya tidak setuju bila libur semester tidak ada saya juga manusia yang butuh refreshing..bersama keluarga .guru sudah bekerja 6 hari apalagi saya yg hrs berangkat jam 6 pulang jam 4 .karena jarakk tempuh yang jauh harus pulang pergi setiap hari ….

  8. Guru, tidak sama dengan pegawai truktural (berkaitan dg administrasi), sehari-hari yg kami hadapi adalah murid, kalau murid ditinggal cuti lebih berisiko… Mohon ditinjau lagi…

    • Surat edaran pendis yg beredar di dunia maya diragukan kebsahannya. Sekarang surat elektronik yg digunakan kemenag membubuhkan tandatangan elektronik juga dan Moh. Isom adalah direktur KSKK bukan dirwktur pendis. Kita minta klarifikasi pihak pendis mengenai keabsahan surat.

  9. Kembalikan libur semester kami sesuai perundang undangan, kami masuk 6 hari kerja. Mohon bpk /ibu untuk lebih bijak dalam hal ini

  10. Peraturan yang tidak memihak pada guru… Nasib seperti saya yg parantauan
    Minta mutasi ke daerah asal harus di madrasah negeri sedang untuk madrasah negeri tiap kabupaten hanya ada 2 atau 3 madrasah saja sangat sulit untuk mutasi..
    ada kalanya libur semester bisa berkumpul dengan orang tua sekarang dihilangkan.
    Kon piye jal?

  11. Kesejahteraan bukan hanya uang, tapi waktu, kesehatan jasmani, dan rohani palal dari kesejahteraan

  12. Ketika Liburan Guru Dipermasalahkan

    Terkait dengan fenomena masih adanya daerah yang masih berbeda dalam menafsirkan peraturan yang ada terkait apakah guru ASN tetap masuk dinas saat libur sekolah ataukah tetap libur seperti siswa yang libur, maka kami merasa perlu untuk memberikan sumbangsih pemikiran sebagai berikut :

    1. Perihal liburan atau cuti bagi guru

    Liburan guru saat libur sekolah telah diatur perundang-undangan Indonesia sejak tahun 1953, yakni peraturan pemerintah nomor 15 tahun 1953 perihal pemberian istirahat (CUTI) (yang kemudian disempurnakan pada PP 24 tahun 1976).
    Dalam pasal 17, disebutkan :
    Yang tidak berhak atas istirahat libur berdasar Peraturan ini ialah:
    a. guru-guru dan maha-guru pada sekolah-sekolah, yang mendapat liburan menurut liburan yang berlaku untuk sekolah-sekolah.
    Maksud pasal 17a di atas adalah : Guru/dosen yang telah mendapat liburan saat libur sekolah/ libur akademik, maka tidak berhak atas cuti tahunan
    Artinya, guru (ASN) mendapat jatah istirahat libur HANYA SAAT LIBUR AKADEMIK (liburan sekolah) saja.
    Demikian pula ditegaskan dalam PP 24 tahun 1976 perihal CUTI (yang kemudian dicabut sejak berlakunya PP 11 tahun 2017), yakni pasal 8 :
    Pegawai Negeri Sipil yang menjadi guru pada sekolah dan dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, *tidak berhak atas cuti tahunan.*
    dari pasal ini, *semakin jelas bahwa cuti tahunan guru adalah saat liburan akademik.
    Maka mari kita lihat pada *PP 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS pasal 315* :
    PNS yang menduduki Jabatan guru pada sekolah dan Jabatan dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan, disamakan dengan PNS yang telah menggunakan hak cuti tahunan.

    Pasal ini pun jelas-jelas menyuratkan :
    *1. Guru PNS/ASN mendapat liburan sesuai perundang-undangan yakni saat libur akademik (libur sekolah)*
    *2. Karena telah mendapat liburan saat libur akademik, maka TIDAK ADA HAK CUTI tahunan*

    Demikian pula, dinyatakan hal yang sama dalam *peraturan BKN nomer 24 tahun 2017 tentang tata cara pemberian cuti PNS Bab IIIa nomor 15*, yakni berbunyi : PNS yang menduduki jabatan guru pada sekolah dan jabatan dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan, disamakan dengan PNS yang telah menggunakan hak cuti tahunan.

    Dalam poin 15 ini pun jelas-jelas menegaskan bahwa :
    *1. Guru PNS/ASN mendapat liburan sesuai perundang-undangan yakni saat libur akademik (libur sekolah)*
    *2. Karena telah mendapat liburan saat libur akademik, maka TIDAK ADA HAK CUTI tahunan*
    Karenanya dalam *Permendikbud 33 tahun 2018* (revisi atas Permendikbud 10 tahun 2018), tentang Juknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru PNSD dalam poin C5 perihal *cuti yang tetap mendapatkan tunjangan*, disebutkan :
    a. Cuti Tahunan
    PNS yang menduduki jabatan guru PNSD yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan, disamakan dengan PNS yang telah menggunakan hak cuti tahunan. *Hal ini berarti mengambil liburan bagi Guru PNSD sama dengan mengambil cuti tahunan bagi Guru PNSD.*

    Dalam poin di atas pun gamblang menunjukkan bahwa :
    *1. Guru PNS/ASN mendapat liburan sesuai perundang-undangan yakni saat libur akademik (libur sekolah)*
    *2. Status liburan guru saat libur akademik, sama dengan status cuti tahunan, sehingga TETAP BERHAK atas tunjangan profesi*

    Dari berbagai uraian di atas, maka sangat mengherankan jika masih ada daerah yang masih berbeda pemahaman. Sehingga tetap ngotot beranggapan bahwa guru ASN wajib masuk saat liburan sekolah.

    *2.) Seandainya libur bagi guru ASN disamakan dengan ASN non guru*

    Konsekuensi dari adanya daerah yang berbeda dalam memahami peraturan yang ada sehingga mewajibkan guru tetap masuk saat libur akademik, maka ke depan, guru akan sibuk mengurus cuti tahunan sebelum masa liburan sekolah. Bisa dibayangkan betapa banyak berkas pengajuan cuti yang akan bertumpuk di meja pihak berwenang (Pejabat Pembina Kepegawaian/PPK), dan tentunya akan mengganggu waktu guru di sekolah.

    *3.) Sejatinya Guru Tidak Benar-benar Berlibur*

    Sejatinya, meski guru mendapat liburan di saat libur akademik, mereka tidaklah benar2 berlibur. Faktanya mereka harus mengurus PPDB, Workshop Perangkat/Pembelajaran, serta menyiapkan berbagai administrasi pembelajaran.
    Dalam keseharianpun, tugas mereka tidak seperti ASN non guru. Mereka seringkali harus mengkoreksi pekerjaan siswa di luar jam dinas, juga harus belajar atau menyiapkan materi ajar agar pembelajaran berkualitas. Itupun seringkali dilakukan di luar jam dinas. Belum lagi home visit atau penanganan sejenis bagi siswa yang bermasalah, tentu di luar jam dinas.

    Karena itu tidak adil rasanya, mempermasalahkan libur bagi guru ASN

    Semoga menjadi bahan pertimbangan dan pencerahan bagi pihak berwenang terkait

    Salam Indonesia Maju

    Sumber Acuan Tulisan :
    – PP 15 tahun 1953
    – PP 24 tahun 1976
    – PP 11 tahun 2017
    – Peraturan BKN no 24 tahun 2017
    – Permendikbud tahun 33 tahun 2018
    https://m.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt5975518fc85a8/apakah-liburan-guru-dan-dosen-pns-memotong-cuti-tahunan/
    https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt5975518fc85a8/apakah-liburan-guru-dan-dosen-pns-memotong-cuti-tahunan
    👍🏼

  13. Kembalikan hak kami mendapat libur semester, sebagai hak guru / tenaga pendidik yg mmbutuhkan refresh setelah menghadapi proses pembelajaran dan persiapan psikis untuk menghadapi pembelajaran di tahun pembelajaran berikutnya. “Kembalikan hak kami”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here