Beri Kuliah Umum di IAIN Palopo, Wabup Lutim Paparkan Pentingnya Teladan dari Pemimpin

Wakil Bupati Luwu Timur (Wabup Lutim) Mochammad Akbar Andi Leluasa memberikan kuliah umum dengan tema “Moderasi Beragama”, yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo.

LINISULSEL.COM, LUWU TIMUR – Wakil Bupati Luwu Timur (Wabup Lutim) Mochammad Akbar Andi Leluasa memberikan kuliah umum dengan tema “Moderasi Beragama”, yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo.

Dalam kuliah yang berlangsung di Auditorium Kampus IAIN Palopo, Rabu (18/10/2023), Wabup Akbar yang didampingi Kepala Badan Kesbangpol, Guntur Hafid dan Kabag Prokopim, Rupidin, membahas pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama serta mendorong kerukunan di masyarakat.

Beliau menjelaskan bahwa, cara untuk menjaga keseimbangan dalam menjalankan ajaran agama, dengan melibatkan pemahaman yang mendalam terhadap agama masing-masing, dengan tetap menghormati keberagaman dan menghindari sikap ekstremisme.
Dalam kuliah tersebut, Ia juga menggarisbawahi betapa pentingnya peran pemimpin dalam membentuk sikap moderat dalam beragama.

Menurutnya, pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, menghargai perbedaan, dan mengupayakan dialog antar umat beragama.

“Jadi saya bisa bangga mengatakan bahwa Kabupaten Luwu Timur merupakan daerah yang punya toleransi beragama dan berkebudayaan paling tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan, karena ada satu lingkup di Lutim, dibangun 3 rumah ibadah yang diberi nama Taman Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Wabup Lutim.

“Kami pemerintah tidak pernah membeda-bedakan agama, semua sama, semua berhak merasakan rumah ibadah yang baik dan nyaman, karena itu salah satu tugas pemerintah daerah,” tambahnya

Wakil Bupati Lutim juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam membangun moderasi beragama. Pendidikan yang mencakup pemahaman yang baik tentang agama dapat mencegah penyebaran pemahaman radikal atau ekstrem.

“Saya berharap, melalui kuliah ini, dapat tercipta kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya moderasi beragama untuk membangun masyarakat yang harmonis dan damai,” terang Mochammad Akbar.

Kuliah umum ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika IAIN Palopo serta masyarakat umum yang tertarik dengan tema ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here