Dinas PUPR Lutim Gelar Sosialisasi Untuk Pengguna dan Penyedia Jasa Konstruksi

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lutim menggelar Sosialisasi Pembekalan Teknis Peraturan Perundang-Undangan di Hotel I Lagaligo Malili, Jumat (15/9/2023).

LINISULSEL.COM, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menggelar Sosialisasi Pembekalan Teknis Peraturan Perundang-Undangan di Hotel I Lagaligo Malili, Jumat (15/9/2023).

Kegiatan yang diikuti lebih dari 75 peserta yang terdiri dari PPK Dinas, Kontraktor dan Konsultan ini, menghadirkan Ir. H. Eddy Jaya Putra, MT., dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai nara sumber.

Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir mengutarakan, atas nama Pemda Lutim menyambut baik atas terlaksananya kegiatan ini, karena dengan adanya kegiatan ini dapat melakukan berbagai rumusan untuk melahirkan program kerja jasa konstruksi yang dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan jasa konstruksi.

Beliau berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan ini, para pengguna badan usaha jasa konstruksi dan penyedia jasa serta mitra kerja dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitasnya sebagai penyedia jasa konstruksi.

“Kami juga berharap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terkait dengan bidang ini dapat lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga dapat diterapkan dilingkungan kerja masing-masing,” jelas Rapiuddin.

Kepala Dinas PUPR Lutim, Syahmuddin melaporkan bahwa, kali ini dari teman-teman jasa konstruksi menyiapkan materi pembekalan teknis yang hari ini ada dua pembahasan pokok yang akan disampaikan oleh pemateri nantinya.

“Materinya ialah terkait Tertib Administrasi dan Teknis Dalam Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur dan Penanganan Kontrak Kritis,” ungkapnya.

menurutnya, dua hal inilah yang penting makanya dihadirkan pembicara yang ahli di bidangnya untuk menyampaikan giat-giat apa yang bisa dilakukan sehingga tertib administrasi proyek ini bisa kita kendalikan dan tentu ini adalah langkah jitu untuk meminimalisir terjadinya persoalan-persoalan proyek.

“Peserta yang hadir sebanyak 75 orang dan mungkin saja lebih karena saya fikir kegiatan ini sangat penting dan sangat langka karena bapak Edi sangat sibuk dan waktunya terbatas,” ujarnya.

“Jadi bagi para peserta, jika ada hal-hal yang membebani agar dipertanyakan ke pemateri karena beliau ini punya banyak pengalaman,” pesan Syahmuddin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here