Hari Bumi Sedunia, Pemkot Bersama DLH Palopo Penanaman Pohon Serentak di Bukit Siguntu

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo, Emil Anugrah Salam, S.STP.,MM

LINISULSEL.COM, PALOPO – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palopo turut memperingati Hari Bumi Sedunia ke 54 Tahun 2024 dengan menggelar penanaman pohon serentak di Bukit Siguntu Kelurahan Latuppa, Kota Palopo

Peringatan Hari Bumi Sedunia dilaksanakan serentak di 24 Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kabupaten Wajo dan dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin, Senin (22/4/2024).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo, Emil Anugrah Salam, S.STP.,MM dalam laporannya menjelaskan, Jumlah pohon yang di tanam di lokasi penanaman ini, sejumlah 355 pohon terdiri dari eboni, durian, cempedak, ekoliptus atau pohon pelangi, kayu aprika atau kayu bayam, tabe buya, ketapang kencana, pucuk merah, kopi, dan jengkol.

“Bantuan bibit dari BPDAs sejumlah 4.050 pohon, yang tertanam dan tersalur sebanyak 1700 Pohon di tambah dengan sedekah pohon dari institusi Vertikal/BUMN/BUMD, Para pengusaha dan Organisasi Masyarakat,” jelas Kadis DLH.

Sementara itu Pj Walikota Palopo, Asrul Sani menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini.

“Mari kita jadikan peringatan “Hari Bumi tanggal 22 April 2024 sebagai momentum untuk meminimalisir resiko dampak perubahan iklim serta meningkatkan ketahanan pangan,” jelas Asrul Sani

Asrul Sani menghimbau kepada seluruh warga Kota Palopo, untuk bersama-sama secara serentak pada hari ini, melakukan penanaman pohon pada lahan-lahan yang memungkinkan untuk ditanam di wilayah masing-masing.

“Dari hasil Rapat Zoom, Pemprov Sulsel memiliki beberapa agenda dalam perayaan Hari Bumi, antara lain; penyerahan bibit pohon, penandatanganan naskah kerja sama sedekah pohon, penanaman pohon serentak, dan penyerahan piagam rekor MURI,” katanya.

Peringatan hari bumi mengambil tema “Planet vs. Plastik”, yang menyoroti betapa besar tantangan yang dihadapi oleh lingkungan kita akibat penggunaan plastik yang berlebihan. Dan juga untuk mengurangi produksi plastik global hingga 60% pada tahun 2040.

“Ayoo, terlibat dalam perubahan ini dengan memberikan solusi praktis tentang bagaimana kita dapat mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari,” ajak Asrul Sani.

Turut hadir pada kegiatan ini, Unsur Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah setempat dan para undangan lainnya. (*)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here